Jalan-jalan alias travelling sekarang bukan merupakan hal yang mewah seperti jaman dulu, di mana kita bisa jalan-jalan ( bepergian ) kalau sudah benar-benar punya dana. Di masa kecil saya dulu ( ini masih saya ingat betul ), diajak jalan-jalan oleh orang tua paling-paling hanya sekali atau dua kali setahun, saat libur panjang sekolah atau hari raya Idul fitri. Sekarang, asal ada waktu dan dana kita sudah bisa jalan-jalan. Masalah dana, tergantung pada tempat yang akan kita tuju.
Hobi travelling saya ini sebenarnya sudah muncul sejak kanak-kanak. Berhubung ( ya, itu tadi ) masalah dana, hobi saya tersebut baru bisa tersalurkan setelah saya menginjak dewasa dan lebih aktif setelah saya punya penghasilan sendiri. Kalau tidak salah, saya mulai aktif travelling sekitar akhir tahun 80 an. Ketika itu saya baru saja lulus dari IKIP Negeri Malang dan langsung mengajar di beberapa sekolah ( SMP dan SMA swasta di Kediri ) sebagai guru honorer. SK PNS baru saya peroleh pada tahun 1992 ( dengan penempatan SMP Tanjungbumi, Bangkalan, Madura – “Wah, makin ‘berkeliaran’ nich”, pikirku saat itu ).
Pada mulanya saya sangat suka bepergian dengan bis umum. Kota yang sering saya kunjungi adalah Malang dan berikutnya Surabaya. Saya tertarik dengan Kota Malang selain karena hawanya yang sejuk dan segar ( saat itu ), juga karena di sana banyak sekali tempat-tempat yang menarik, seperti Air terjun Coban Rondo, Pantai Ngliyep, dataran tinggi Songgoriti, dan lain-lain. Sedang Surabaya, sebenarnya kurang begitu menarik bagi saya, terutama lalu-lintasnya yang sudah sangat ruwet serta hawanya yang super panas ( sejak dulu ). Jadi, kalau ke Surabaya, biasanya saya punya beberapa keperluan, misalnya membeli buku-buku atau CD musik yang kebetulan di Kediri dan Malang belum begitu lengkap.
Pada akhir tahun 90 an sampai sekarang ada pergeseran ‘cara’ jalan-jalan saya. Sejak itu saya tidak suka jalan-jalan dengan bis, tapi lebih suka memakai sepeda motor. Banyak keuntungan dari pemakaian motor ini. Selain ( yang pasti ) murah, juga bisa lebih santai. Ingin berhenti kapan saja dan di mana saja, terserah kita. Dan, lebih dari itu, kita bisa masuk ke pelosok-pelosok tempat tanpa kesulitan.



